Artikel

LEG 2 | AXCR 2017 | TEAM INDONESIA CERITA DETAIL MENGENAI SS2

Leg2, Selasa 15 Agustus 2017, Kanchanaburi – Kanchanaburi, jarak total 288km.
Road section pertama dibuka pagi hari jam 7.25 di Felix River Kwai Hotel, tempat peserta menginap. Dimulai dari motoclass, pereli Furukawa Battery Indonesia yaitu Kadek Ramayadi dan Rudy Poa berturut-turut menempati posisi start pertama dan kedua. Sementara itu, Lody Natasha dan Memen Harianto start di urutan 16 untuk autoclass. Jarak yang ditempuh pada section ini sekitar 65km dengan target 1,5 jam.

Peserta mulai memasuki SS2 pada jam 9.00 untuk menempuh jarak sepanjang 199km dengan waktu tempuh maksimal 6 jam 30 menit. Kawasan yang dilalui masih di sekitar perkebunan tebu dan  kawasan militer dekat perbatasan Myanmar.

Sesampainya di service point, Kadek dan Rudy kembali mengeluhkan alat navigasinya. Kadek terlihat langsung melakukan pengecekan dan senyumnya mulai kembali terlihat setelah ia berhasil mengatasinya.  Lain dengan Kadek, Rudy tidak mempunyai pilihan, “Saya terpaksa harus mengoperasikannya secara manual. Konsekuensinya, konsentrasi saya akan terpecah. Semoga tidak terlalu banyak memakan waktu saya. Setelah finish saya akan menggantinya dengan yang baru”.

Sementara itu, Lody/Memen menyatakan bahwa masalah transmisi dan sistem penggerak 4 rodanya sudah normal. Mereka mengakui bahwa jalur lintasan yang disajikan potensial membuat tersasar. Hal yang sama diakui oleh banyak peserta.

Saat tim media mencoba memasuki post finish SS2, pihak pengawas meminta semua pihak untuk segera mengosongkan area dan kembali ke hotel karena SS2 telah dinyatakan berakhir lebih awal. Dari informasi yang didapat, diketahui bahwa pihak kepolisian lah yang meminta hal itu karena adanya keluhan dari masyarakat. Akhirnya Kadex berhasil finish di urutan 9 dan Rudy pada urutan 16. Sementara Lody/Memen berada pada urutan 18.

Hasil keseluruhan dari 2 hari lomba, kedua pereli motor Indonesia masih berada di 10 besar, dimana Kadek turun ke posisi 5 dan Rudy ke posisi 10.  Lody/Memen turun ke posisi 18. Persaingan pada autoclass sangat sengit, dimana 13 peserta teratas memiliki selisih waktu kurang dari satu menit.

Cuaca di Kanchanaburi pada pagi hari sangat cerah. Menjelang siang suhu mencapai  35 derajat celcius. Seperti halnya kemarin, gerimis sesaat kerap turun hingga malam hari.
Dukung terus pereli Indonesia yang tergabung dalam Furukawa Battery Indonesia.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *