Artikel

Sistem 4 Wheel Drive

4 Whell Drive – Sistem kerja 4WD dari berbagai merek hanya terdiri dari 3 jenis.

Jenis Pertama adalah 4WD High-Ratio, istilahnya adalah sistem 4H atau 4-High. 4H adalah sistem penggerak yang mentransfer tenaga secara merata ke gardan depan dan belakang, dimana perputaran kopel depan dan belakang akan selalu bergerak secara bersamaan, tidak ada sistem pembeda putaran.

Oleh sebab itu, 4H tidak disarankan untuk dipakai di jalan yang mulus, dimana intinya ke 4 ban akan mendapatkan traksi penuh secara bersamaan atau kemungkinan adanya perbedaan putaran di ke 4 ban sangatlah kecil. Oleh karena itulah, sistem ini juga disebut sebagai Part-Time 4WD, yang artinya dipakai pada kondisi tertentu dan bukan di semua kondisi.

Jenis Kedua adalah 4WD Low-Ratio, istilah gampangnya adalah sistem 4L atau 4-Low. Sama halnya seperti 4H, 4L juga termasuk Part-Time 4WD. Cara kerjanya sama dengan 4H, hanya saja putaran dari transmisi diperlambat oleh transfer case.

Jenis Ketiga adalah Full-Time 4WD, secara rasio FT 4WD ini umumnya sama dengan 4H, dimana satu perputaran di transmisi akan menjadi satu putaran kopel (rasio 1:1).

Yang menjadikannya berbeda dengan 4H adalah differential atau center differential pada transfer case, yang memungkinkan adanya perbedaan putaran atau besarnya pembagian tenaga antara kopel depan dan belakang. Tergantung jenis transfer case-nya, ada yang membagi tenaga 50:50 atau 40:60 untuk kopel depan dan belakang.

Dengan adanya differential ini, maka FT 4WD dapat digunakan di segala jenis medan, termasuk aspal mulus, namun tentunya menggunakan 4H akan lebih efektif bila digunakan pada jalan lumpur yang licin. All-Wheel Drive (AWD) secara prinsip sama dengan FT 4WD, hanya saja transfer case AWD umumnya tidak ada Low-Range atau tidak memiliki 4L.

Dari ke-3 sistem 4WD tersebut, muncullah berbagai varian nama dan istilah. Namun pada akhirnya semua model tersebut adalah sama. Misalnya transfer case NV249 yang digunakan pada Jeep Grand Cherokee yang dinamanakan Quadra-Trac, yang hanya memiliki All-Time 4WD, Neutral dan 4L.

Untuk pemakaian sehari-hari, transfer case berada di posisi FT 4WD dimana sistem ini akan memonitor adanya perbedaan putaran antara kopel depan dan belakang. Jika terdapat perbedaan putaran pada kopel depan dan belakang hinggal level tertentu, maka secara otomatis transfer case akan mengunci center differential dan merubah Full-Time 4WD menjadi 4H.

Lain halnya dengan Super Select milik Mitsubishi. 4H pada Super Select sebenarnya adalah Full-Time 4WD. Sedangkan 4H nya diberi kode 4HLc (4WD High-Ratio Lock center differential), dan 4L nya diberik kode 4LLc (4WD Low-Ratio Lock).

Varian lainnya seperti yang digunakan pada Isuzu D-Max atau Toyota Pickup, Hilux, Surf dan 4Runner, untuk berpindah dari 2H ke 4H hanya perlu menekan tombol pada dashboard. Tombol tersebut yang akan menggerakkan piston di transfer case dari 2H ke 4H. Sedangkan untuk berpindah dari 4H ke 4L tetap menggunakan stick seperti umumnya.

(Source : trooperindonesia)

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *