Artikel

Apakah Final Gear itu?

Pada beberapa waktu lalu, ada satu kawan yang ingin ikut mencoba jalur offroad adventure, dan dia mengganti ban dengan MT berukuran lebih besar dibanding standar bawaan. Pada saat dicoba di medan adventure dia berujar, “Payah mobilnya gak ada tenaganya, kerasa banget ngempos ngos-ngosan”.

Selidik-selidik, ternyata saat mengganti ban menjadi ban sekarang (MT 33×12,5) tidak dibarengi dengan perubahan Final Gear (FG) menjadi lebih low.

Apakah FINAL GEAR (FG) itu?
FG adalah bagian dari penggerak mobil yang menyalurkan putaran dari mesin antara Driveshaft (pada umumnya orang bilang Kopel) dengan putaran Driveaxle (asroda). Jadi terdiri dari 2 bagian, gigi pinion (dari kopel) dan cakram bergigi (ada yg menyebut ini crownwheel, karena bentuknya seperti roda berbentuk mahkota). Keduanya berada didalam gardan.

Rasio FG
Dikala membahas FG sering kali kita dengar istilah 3.91 atau 4.56, ini namanya rasio. Bagaimana menghitungnya, mudah kok, misal gigi pinion berjumlah 11, dan ringnya bergigi sejumlah 43, maka jika 43:11=3,909 (3,91). Artinya, 1 putaran roda didapat dari 3,91 putaran kopel dan pinion.

Logikanya
Tentunya kita pernah mengendarai sepeda kan? Apalagi sepeda dengan beberapa tingkatan gear, coba Anda bayangkan, kaki Anda adalah mesin penggeraknya, apa yg kaki Anda rasakan saat gear/gigi rantainya kita pilih yg ukuran kecil? Untuk menggerakkan sepeda tentunya terasa berat ya?! Sebaliknya jika Anda memakai gear/gigi rantai berukuran besar, ringan sekali kaki Anda harus ngegowes sepeda itu ya?

Kesimpulannya
Semakin besar rasio FG, semakin ringan putaran mesin dalam menggerakkan roda, namun semakin rendah kecepatan maksimal yg mampu dicapai mobil FG ratio yang angkanya semakin besar (diatas 4,11) sering disebut LOW.

Sedangkan FG ratio yang semakin menunjukkan angka kecil (dibawah 4), sering disebut HIGH, sering digunakan sebagai FG bawaan pabrikan karena sangat sesuai dalam penggunaan ban standar yg seimbang antara ekselerasi dengan pencapaian top speed yang optimal.

Kembali ke contoh kejadian yg dialami rekan saya seperti contoh diatas, bawaan mobil pada awalnya ban 30 dengan FG 11:39 (3,55), sehingga saat sekarang dia mengganti ban menjadi ukuran 33 12,5, sudah pasti kerja mesin jadi lebih berat, terasa tidak bertenaga di rute lumpur, apalagi dengan menghadapi tanjakan-tanjakan. Pertanyaan saat ini, berapa dong rasio FG yg selayaknya dipakai? Mudah kok menghitungnya, mau tau?

Rumus sederhana saja ..

Rasio FG yg disarankan = (ukuran ban baru x rasio FG lama) : ukuran ban lama

Nih contoh angkanya ..
Rasio FG = (33 x 3,55):30 = 117,15:30 = 3,905

Seharusnya kawan saya disaat mengganti bannya dibarengi dengan pergantian FG rasio ke 3,91 atau 1 tingkat diatasnya misal 4,11 atau 4,27. Satu lagi jangan sampai lupa, mobil 4×4 dengan penggerak depan belakang, saat mengganti FG, rasio yang digunakan antara FG depan dan belakang harus sama.

Untuk kemudahan kawan semua, penulis melampirkan table perbandingan antara ukuran ban dengan pemilihan rasio FG.

Semoga bermanfaat.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *